Wednesday, July 07, 2004

Spider-Man 2 : To do the right thing ...

Asiknya nonton film Spider-man, manusia super yg satu ini, adalah selalu ada pergulatan batin yg di simpulkan dalam sebuah kata2 sederhana namun bermakna. Kalo dalam Spidey 1 kita dapat : "Dalam setiap kelebihan yg kita punya, ada tanggung jawab yg harus kita emban", dalam Spidey 2 yg muncul adalah : "Kadang, kita harus memilih untuk melakukan hal yang benar, meski untuk itu kita harus merelakan apa yang sangat kita inginkan, bahkan mimpi2 kita....."

Di film tersebut ada dua tokoh yg begitu, Peter Parker sendiri yg harus merelakan kehidupan pribadinya bahkan cintanya karena dunia memerlukan dirinya sebagai Spider-man. Yg kedua si Dokter Octopus, yg harus merelakan hasil kerja ilmiahnya, karena berbahaya bagi dunia.Yg kedua ini bahkan harus merelakan nyawanya untuk menghancurkan sendiri cipatannya, karena kebetulan plotnya emang sbg penjahat :-)

Di Spidey 2 ini banyak banget digambarkan seperti apa repotnya Peter harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam hidupnya, kerja sbg pengantar pizza untuk menyambung hidupnya, kuliah, dan jadi Spider-man. Kuliah jadi berantakan, kerjaan amburadul gara2 setiap kali ada aja yg harus ditolong... kehidupan pribadinya dg cewek pujaannya juga terhambat karena gak pernah bisa nyediain waktu. Pendek kata, adi spider-man tuh bener2 pengorbanan abis, dan bukan sebuah previlege yg bisa dinikmati, apalagi dibanggakan.

Sampai akhirnya Peter nyerah, gak mau lagi jadi spider-man.

Tapi karena ini film spider-man, ya harus dibikin nyadar lagi, yaitu saat dia dinasehatin ama bibinya nasehat seperti di kutip diatas.

Dikaitkan dg kondisi bangsa kita saat ini, Gw gak tau apa yg dipikirkan capres2 kita itu... Atau anggota2 dpr/d kita yg baru kepilih itu... Apa mereka siap kehilangan kehidupan pribadi mereka, kesenangan mereka, waktu mereka, dan berkorban untuk orang2 yg milih merea, yg mereka wakili? Kalo yg gw liat selama ini mah, gak gitu. Rasanya dpr/d, menteri2, dan presiden kita beserta wakilnya tuh hepi2 aja ada di posisi mereka sekarang. Yg mestinya gak bisa begitu. Peter Parker gak mungkin hepi sebagai spider-man karena harus menolong banyak orang, kehabisan waktu. Kalo dia sempat hepi, brarti dia gak ngerjain tugas dia. Gitu juga dengan pejabat2 yg disebutin tadi.

Kita kagum, hormat dan nge-fans sama Spider-man karena dia mau ber susah2 untuk kita, mengorbankan dirinya untuk kita. Kita lakukan juga itu untuk pejabat2 diatas.

Tapi kalo pejabat2 itu malah hepi2 aja di posisi mereka, dan lupa untuk apa mereka disana, ya ngapain lagi kita kagum, hormat, dan nganggep mereka? Ngapain milih mereka lagi lima tahun kedepan?

Film cemen yg satu ini, kalo aja orang2 itu mau mikir dikiiiiit aja, mestinya bisa ngajarin kita banyak hal.

Rgds, BI

No comments: