Batch
Kata itu yang ketemu untuk mewakili apa yang lagi pengen dituliskan : Batch.
Kalau dicari di Thesaurus ketemunya : Group, lot, bunch.
Sejenis itulah.
Bayangkan kita di ketinggian dan bisa melihat dua titik A dan B dari gabungan beberapa jalur jalan.
Bisa kita lihat betapa banyak kendaraan yang berjalan dari titik A menuju B tersebut.
Setiap kendaraan bisa berisi dari satu atau lebih orang.
Yang menarik saat kita melihatnya dari atap sebuah gedung tinggi, ternyata tidak hanya ada satu jalur dari A menuju B. Ada jalur yang sepi, ada jalur yang padat, ada jalur yang biasa2 saja. Ada kendaraan yang berupa mobil sedan bagus, ada bis baik yang reguler maupun yang ac, ada taxi, bahkan sepeda motor.
Tentunya tidak setiap kendaraan berangkat dari A menuju B.
Ada yang hanya jalan seperempatnya, ada yang jalan setengahnya, ada yang penuh.
Apapun, disini tujuannya dari A menuju B.
Entah naik kendaraan yang mana, nyambung berapa kali, atau seberapa cepat.
Disini satu batch didefinisikan.
Apapun caranya, satu batch adalah satu kelompok cara dan waktu, melewati jalur tertentu, dari titik A menuju ke titik B.
Menariknya, kita sering terbiasa berada dalam suatu batch, setiap hari, menuju titik B, dengan cara, biaya, dan waktu tertentu tanpa menyadari bahwa sebenarnya ada batch2 yang lain yang mungkin lebih murah, lebih nyaman, atau bahkan lebih cepat. Kita tidak tau ada batch2 yang lain, karena kita tidak melihat seluruh jalur dari titik A menuju ke titik B dari ketinggian yang cukup sehingga bisa mendapatkan pandangan yang menyeluruh.
Padahal batch2 tersebut, dengan atau tanpa kita, akan berangkat dari titik A ke titik B.
Dan pada salah satu batch, ada efisiensi yang paling baik.
Paling nyaman, paling murah, dan paling cepat.
Setaip proses bisnis pada dasarnya akan berangkat dari titik A menuju titik B.
Setiap bisnis memerlukan purchasing, tehnisi, sales dan administrasi.
Hanya kadar dan titlenya kemudian yang berbeda2.
Begitu juga penghargaan yang diterimanya.
Contoh paling sering ditemui mungkin, tehnisi2 pada perusahaan minyak digaji jauh lebih besar dari tehnisi2 pada pabrik mainan anak2 misalnya.
Karena minyak harganya jauh lebih mahal dibanding mainan anak2.
Apakah kemampuan tehnisinya sendiri berbeda?
Setelah suatu waktu, mungkin iya. Tapi tidak saat pertama berjalan.
Pada saat awal, seorang lulusan sekolah tehnik manapun ya akan sama modalnya.
Seorang insinyur tehnik juga demikian.
Seorang accounting juga tak beda.
Jadi apa yang pada akhirnya membuat mereka berada pada batch2 yang berbeda pada tahap kemudian hidup mereka?
Sayangnya, kadang jawabannya Cuma : simpli karena satu orang berada pada saat yang tepat sedang yang lain tidak. Seperti metromini yang akan lewat di depan gang sana. Yang akan kita naiki, adalah yang kebetulan lewat pas saat kita sampai diujung gang. Dan di batch itulah kita akan melalui hidup kita. Sering kita bilang sebagai : nasib.
Bisakah itu diubah?
Entahlah….
Kita bisa menunggu sebentar dan bukan langsung naik saat satu metromini lewat.
Kita bisa berlari lebih cepat agak ketemunya sama metromini yang datang duluan.
Kita bahkan bisa nekat naik taxi karena kebetulan sampai diujung gang sudah demikian terlambat.
Bisa…
Kita bisa mengubahnya….
Masalahnya kadang, cukup berpikirkah kita untuk mengubahnya…?
Atau kita hanya berhenti pada happy naik metromini yang kebetulan lewat pas kita sampai disana,
sepenuh apapun metromini tersebut.
Regards,
BI
No comments:
Post a Comment